var adfly_protocol = 'https'; var popunder = true;

Tuesday, April 16, 2019

Raden Kandihawa (Srikandi)



Dikisahkan Raden Arjuna pergi tanpa pamit dar kesatrian Madukara, membuat Dewi Srikandi merasa gelisah bagaimana keadaan Arjuna, maka Srikandi mencarinya keluar masuk hutan esa dan kota demi suami tercinta.

Di tengah jalan, Dewi Srikandi dihadang oleh Batara Narada dari angkasa. Dewi Srikandi memohon petunjuk di manakah Raden Arjuna. Batara Narada berkata bahwa jika ingin berjumpa dengan Raden Arjuna maka harus menyamar sebagai pira dan harás mencarinya di Kerajaan Ima-imantaka dengan ama sanaran nama Bambang Kandihawa.

Di Ima imantaka Ada seorang Raja Raksasa yaitu Prabu Jayasudikya beristri Manusia cantik dan melahirkan dua manusia cantik dan tampam yaitu Raden Durnita dan Dewi Durniti.

Ada Raja Raksasa menaruh hati pada Dewi Durniti Yaitu prabu Kalasrana. Namun Prabu Jayasudikya menolak, ia ingin putrinya menikah dengan seorang pangeran dar golongan manusia. Akhirnya terjadilah pertempuran namun Ima Imantaka kalah.

Raden Kandihawa datang. Sesuai petunjuk Batara Narada, ia langsung bergabung membantu Prabu Jayasudikya. Dalam pertempuran itu, Raden Kandihawa berhasil menewaskan Prabu Kalasarana.

Sebagai balas budi maka Prabu Jayasudikya menikahkan Dewi Durniti Dengan Raden Kandihawa. 

Pada malam hari, Dewi Durniti menyerahkan jiwanya kepada Raden Kandihawa. Namun, Raden Kandihawa menolak karena berbagai sebab. Dia juga tidak mau membuka pakaiannya . Dewi Durniti kecewa dan pura-pura tidur. Ketika suaminya tertidur, Dewi Durniti terbangun dan merobek pakaian Raden Kandihawa. Betapa mengerikannya Dewi Durniti ketika dia mengetahui bahwa suaminya juga seorang wanita.

Dewi Durniti menangis dan melapor kepada ayahnya. Prabu Jayasudikya marah karena Raden Kandihawa melecehkan keluarganya. Raden Kandihawa salah tentang bagaimana menjawabnya. Prabu Jayasudikya sendiri tidak perlu penjelasan. Dia mengerahkan kekuatannya, lalu melemparkan tubuh Raden Kandihawa sejauh mungkin.


Tuesday, November 13, 2018

Foto Pertunjukan Wayang Tempo Doeloe

Pertunjukan Wayang Kulit


Pertunjukan Wayang Di Kraton


Pemain Wayang


Bima Vs Nagaraja


Bima Vs Gajah




Wrekodhara dan Permadi


Monday, September 3, 2018

Abad 11 Jaman Erlangga sudah ada wayang kulit



prasasti di abad 11 pada zaman pemerintahan Erlangga yang menyebutkan:

Hanonton ringgit manangis asekel muda hidepan, huwus wruh towin jan walulang inukir molah angucap


yang artinya:

Ada orang melihat wayang menangis, kagum, serta sedih hatinya. Walaupun sudah mengerti bahwa yang dilihat itu hanya kulit yang dipahat berbentuk orang dapat bergerak dan berbicara

Petikan di atas adalah bait 59 dalam Kakawin Arjuna Wiwaha karya Empu Kanwa (1030), salah satu sumber tertulis tertua dan autentik tentang pertunjukan wayang kulit yang mulai dikenal di Jawa, yaitu pada masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga di Kerajaan Kediri.

Monday, July 16, 2018

Kresna Tiwikrama



Prabu Kresna Tiwikrama
Kedatangan Prabu Kresna untuk menyampaikan tuntutan dari Pendawa akan haknya atas sebagian kerajaan Astina yang telah dikuasai Kurawa lewat permainan dadu, ternyata mendapat sambutan yang meriah dan formal dari para petinggi istana Astina.

Dalam pertemuan tersebut, para tetua (sesepuh) Kurawa (Dewi Gandari, Dastarasta, Resi Bisma, dan Pandita Durna) menyatakan dukungannya atas tujuan Kresna. 


Pada saat itu, Kresna datang dengan ditemani oleh dewa-dewa Kahyangan seperti Janaka, Ramaparasu, Kanwa, dan Narada.
Prabu Duryudana hanya terdiam mendengar sabda Kresna dan nasehat para sesepuh istana. Setelah menerima isyarat dariKarna, ia pamit dan meninggalkan acara pertemuan dengan Kresna.

Diluar dugaan Kresna, Prabu Duryudana menyiapkan bala tentara untuk menyerbu bala tentara 
Dwarawati yang mengiringi kedatangan Kresna. Pasukan Astina yang diam-diam mengepung pasukan 
Dwarawati tersebut dapat diketahui oleh Setyaki. Dengan cepat ia melapor pada Kresna.




Mendengar hal itu, Kresna menjadi marah. Ia segera mohon pamit dari ruangan pertemuan dan pergi menuju alun-alun istana. Kresna bertiwikrama. Tubuhnya berubah menjadi raksasa sebesar gunung. 
Suaranya menggelegar. Dari seluruh tubuhnya keluar api. Seketika bumi berguncang dan lautan mendidih. Semua senjata sakti yang ada didunia ada dalam genggamannya. 
var adfly_protocol = 'https'; var popunder = true;