var adfly_protocol = 'https'; var popunder = true;

Monday, February 26, 2018

Main di Wayang Orang, Bambang Pamungkas Nembang


Ada yang beda dengan isi konten instagram pribadi Bambang Pamungkas @bepe20 dalam beberapa hari terakhir. Legenda hidup Persija itu tidak hanya menggunggah serba-serbi Macan Kemayoran, meski klub kebanggaan ibukota itu tengah dalam sukacita besar setelah memenangkan Piala Presiden 2018.

Kini Bepe tengah disibukan dengan latihan jelang pagelaran wayang orang. Ia akan berperan dalam pertunjukan seni bertajuk 'Srikandi Nekat'. Sebuah kolaborasi tari, musik dan fashion yang akan Maudy Koesnadi, Ivy Batuta, Nia Dinata Indra Bekti dan lain-lain.

Dalam pertunjukkan Wayang Orang yang akan digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki pada Minggu (25/2), Bambang ditantang untuk nyinden. Suatu hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

Seperti dalam video singkat yang diunggah dalam akun instagramnya, Bepe tengah berlatih menyanyikan sebuah tembang Jawa.

Monday, February 19, 2018

4 Aliran Batik Klasik Jawa yang harus diketahui



Batik Klasik Jawa ternyata mempunyai 4 aliran berbeda yang belum banyak diketahui orang awam. padahal perbedaanya sangat mudah diidentifikasi. Batik Jogja warnanya Hitam, coklat tua dan putih. Batik Solo Coklat tua, coklat muda dan kuning. Batik Pekalongan Ful Color dengan corak besar besar dan yang terakhir Batik Lasem warnanya fullcolor dengan corak rumit kecil kecil.

Thursday, February 8, 2018

Wayang Ajisaka, Sejarah Hanacaraka



Prabu Ajisaka dari pulau Majethi bersama dua orang punggawa (abdi) setianya yaitu Dora dan Sembada. Kedua abdi ini sama-sama setia dan sakti. Satu saat Ajisaka ingin pergi meninggalkan pulau Majethi. Dia menunjuk Dora untuk menemaninya mengembara. Sedangkan Sembada, disuruh tetap tinggal di pulau Majethi. Ajisaka menitipkan pusaka andalannya untuk dijaga oleh Sembada. Dia berpesan supaya jangan menyerahkan pusaka itu kepada siapa pun, kecuali pada Ajisaka sendiri. Setelah menaklukkan Dewata cengkar dari Medhang Kamulan, Ajisaka mengutus Dora pergi ke pulau Majethi untuk mengambil pusaka andalannya. Kemudian pergilah Dora ke pulau Majethi. Sesampai di pulau Majethi, Dora menemui Sembada untuk mengambil pusaka. Sembada teringat akan pesan Ajisaka saat meninggalkan pulau Majethi untuk tidak menyerahkan pusaka tersebut kepada siapa pun kecuali kepada Ajisaka. Dora yang juga berpegang teguh pada perintah Ajisaka untuk mengambil pusaka memaksa supaya pusaka itu diserahkan. Kedua abdi setia tersebut beradu mulut bersikukuh pada pendapatnya masing-masing. Dan akhirnya mereka berdua bertempur. Pada awalnya mereka berdua hati-hati dalam menyerang karena bertarung melawan temannya sendiri. Tetapi pada akhirnya benar-benar terjadi pertumpahan darah. Sampai pada titik akhir yaitu kedua abdi tersebut tewas dalam pertarungan karena sama-sama sakti.
var adfly_protocol = 'https'; var popunder = true;