var adfly_protocol = 'https'; var popunder = true;

Tuesday, May 30, 2017

Wayang Dupara

 



Wayang Dupara
Wayang ini dicipta oleh R.M. Danuatmojo, seorang penduduk kota Sala dan tidak diketahui dengan pasti kapan wayang tersebut dibuat. Disebut wayang Dupara, karena asal dari kata Andupara yang artinya aneh dan dipergunakan untuk cerita-cerita babad Demak, Pajang, Mataram hingga Kartasura. Wayang Dupara tersebut dibuat dari kulit yang ditatah dan disungging, seperti halnya wayang kulit Purwa. Induk wayang Dupara ini adalah campuran, diubah pakaiannya dengan ditambah atau dikurangi, disesuaikan dengan selera pendapat penciptanya. Wayang-wayang tersebut kini disimpan di Musium Radya Pustaka di Surakarta.

Thursday, May 18, 2017

Cara Melewati Iklan LinkShrink pada saat meng Klik suatu LINK

Cara Download File Melewati LinkShrink 


Disini saya ingin berbagi, cara Download File Passing LinkShrink , bagi yang belum tahu ini membingungkan Kenapa Klik LINK tapi malah keluar iklan ?. 
Ya memang iklan adalah yang membiayai para blogger agar bisa membagikan linl-link artikel gratis ke pengunjung situsnya, tanpa meminta pengunjung membayar, hanya meminta pengujung melirik iklan sebantar, dan memberoleh artikel gratis. Nah Kami akan langsung ditujukan ke alamat LinkShrink seperti gambar ini:
 Nah itu adalah alamat LinkShrink yang memberi donasi ke uploader, jadi kami hanya merekomendasikan untuk melewatinya dengan cara klik "Continue" seperti gambar dibawah

Kemudian anda masuk ke situs Userloud

  1. pastikan anda pada berada pada halaman download situs Usersloud selajutnya klik Download dibawah ini nama berkas tesebut. lihat contoh dibawah ini

note klik kurang lebih 3 kali untu membuka link aslo
2. terakhir klik Your Download is Ready clik here to start

3. maka secara otomatis kotak download dari browsr anda muncul

Selamat Mencoba

Monday, March 27, 2017

JADWAL RADIO STREAMING WAYANG KULIT YOGYAKARTA



 Streaming Radio-radio Jogja:






JADWAL RADIO STREAMING WAYANG

SENIN : 98,6 FM (21.30) GCD FM
SELASA : 94,6 FM (21.30)PTDI KOTA PERAK
RABU: 94,2 FM (21.30) Radio Persatuan Bantul
KAMIS: 98,6 FM (21.30) GCD FM
JUMAT: 92,7 FM (21.30) MBS FM
SABTU: 91,1 FM (21.00) RRI Pro 1 & SABTU (MINGGU KE-3) : 99,4 FM (21.00) Retjo Buntung




Monday, February 20, 2017

Buku-buku Pewayangan

Link Download Buku-buku Pewayangan

Buku Mewarnai Wayang Untuk segala Usia




Princening Gambar Wayang 



Buku tentang Detail nama nama Busana Wayang






Baratayuda Gancaran 


Download PDF


Kakawin Baratayuda Latin Jilid 1


Alternative  Download Pdf

Petunjuk cara baru melewati-iklan-linkshrink-pada saat MENGKLIK LINK




Kakawin Baratayuda Aksara Jawa







Kakawin Ramayana Latin



Download Jilid 1

Download Jilid 2

Tuesday, January 10, 2017

AKSARA JAWA

Aksara jawa adalah aksara yang dipakai suku Jawa pada masa kesultanan Demak sampai dengsn Mataram Islam. Aksara ini adalah turunan dri aksara Kawi, Pallawa dan Brahmi.  Banyak naskah karya sastra naskah kuno tentang pewayangan di keraton Jogja, Solo dan Cirebon ditulis dengan aksara ini. ada beberapa karya sastratersimpan di Belanda.


Aksara Legena:
Swara:





Thursday, October 27, 2016

Aksara Alphabet Kawi, Jawa dan Bali

Aksara Alphabet  Kawi
Bahasa Kawi adalah suatu jenis bahasa yang pernah berkembang di Pulau Jawa pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan dipakai dalam penulisan karya-karya sastra. Dalam tradisi Jawa, bahasa Kawi juga disebut dengan istilah bahasa Jawa Kuna. Meskipun demikian, bahasa Kawi sendiri bukan bahasa Jawa Kuna murni, karena telah mendapat pengaruh bahasa Sansekerta. Kawi (juga dikenal dengan nama Kavi) adalah nama untuk sistem penulisan atau aksara yang berasal dari Jawa dan digunakan di sekitar Semenanjung Malaya dalam berbagai prasasti dan tulisan dari abad ke-8 hingga sekitar tahun 1500 M.[1] Kawi juga merupakan nama dari bahasa, yaitu Bahasa Kawi yang digunakan dalam prasasti dan tulisan tersebut di atas, namun lebih umum disebut sebagai Bahasa Jawa Kuna. Aliran sastra yang ditulis dengan aksara ini disebut Kakawin.

link cara memasang Aksara jawa di android:
Klik dan di sudut kanan atas klik tulisan SKIP AD kemudian masuk ke halaman tutorial.
http://adf.ly/1f8MP8

link cara memasang Aksara jawa di Windows:
Klik dan di sudut kanan atas klik tulisan SKIP AD kemudian masuk ke halaman tutorial.
http://adf.ly/1f8NMH

link cara memasang Aksara Bali di Android:
Klik dan di sudut kanan atas klik tulisan SKIP AD kemudian masuk ke halaman tutorial.
http://adf.ly/1fA0Qm

Aksara Kawi:


Aksara Jawa :

Aksara Bali:


Wednesday, February 1, 2012

Wayang Menak








Pada dasarnya, cerita Menak adalah Saduran dari Sastra Persia. Sumber ceritanya berasal dari kitab “Qissa I Emr Hamza” yaitu sebuah karya sastra Persia pada era pemerintahan Sultan Harun Ar Rasyid (766-809 M). Karya sastra ini di Melayu kemudian dikenal dengan nama “Hikayat Amir Hamzah”. Transliterasi awal terhadap kisah Amir Hamzah* di Jawa dilakukan pada tahun 1717 M oleh Ki Carik Narawita (carik = jabatan untuk seorang Jaksa di Keraton), atas perintah Kanjeng Ratu Mas Balitar, permaisuri Susuhunan Pakubuwana I di Kasunanan Kartasura. Hasil terjemahannya kemudian dikenal dengan nama “Serat Menak”.

Dalam karya berbahasa Jawa ini sejumlah nama mulai disesuaikan dengan pelafalan lidah Jawa, misalnya Umar Bin Umayah menjadi Umarmaya, Qobat Shehriar menjadi Kobat Sarehas, Badiuz Zaman diubah menjadi Imam Suwangsa, Mihrnigar menjadi Dewi Retna Muninggar, Unekir menjadi Dewi Adaninggar, Amir Hamzah menjadi Amir Ambyah, Kisra Anusyirwan menjadi Prabu Nursewan dan lain sebagainya. Perlu diketahui sebelum terjadi proses transliterasi ini, sebenarnya cerita Menak ini telah lebih dahulu popular di kalangan masyarakat Jawa.

Pada masa selanjutnya “Serat Menak” ditulis ulang dengan menggunakan tembang Macapat oleh Raden Ngabehi Yasadipura I dan diteruskan oleh Raden Ngabehi Yasadipura II, keduanya adalah pujangga besar dari Kasunanan Surakarta.** Karya kedua pujangga tersebut pernah dipublikasikan dalam buku beraksara Jawa oleh Balai Pustaka* pada tahun 1925. Cerita Menak dalam karya kedua pujangga tersebut merupakan bentuk pengembangan bebas dari karya terjemahan Bahasa Melayu yang sebelumnya diprakarsai oleh Ki Carik Narawita. Unsur-unsur mistik Jawa mulai muncul dalam karya ini. Namun demikian spirit yang mengilhami alur kisahnya tidak lenyap sama sekali. Penceritaan dalam gaya tembang justru memperlihatkan keindahan bahasa dan sastra tingkat tinggi yang sebanding dengan style yang dimiliki cerita Panji. Cerita Menak ini terdiri dari 48 jilid. Jika dikalkulasi maka keseluruhan isi “Serat Menak” terdiri dari 2.050 halaman. Sebuah karya sastra Islam yang sangat fantastis di Jawa.

Bagi rakyat Indonesia, wayang adalah warisan budaya yang familier. Kawasan Nusantara memang banyak memiliki beragam jenis dan bentuk wayang. Diantaranya Wayang Menak yaitu seni tradisional Islam yang pernah berkembang terutama di Jawa, Lombok, Sasak, dan Palembang. Di Pada masa kejayaannya di Jawa, yaitu sekitar tahun 1960-an, wayang Menak ini berkembang di wilayah sekitar Yogyakarta, Surakarta, dan Bojonegoro (Jawa Timur). Biasanya dipentaskan atau ditanggap untuk memeriahkan pesta khitanan, perkawinan, dan perhelatan upacara – upacara adat lainnya. Sayang pelestarian budaya ini mengalami kendala dan hambatan. Bahkan hampir punah dimakan arus perkembangan jaman.
Kisah yang bibawakan dalam pertunjukan wayang Menak berasal dari Serat Menak yaitu cerita epos (kepahlawanan) karya Raden Ngabehi Yasadipura I dan Raden Ngabehi Yasadipura II. Keduanya merupakan pujangga besar dari Kraton Kasunanan Surakarta. Kitab karya mereka ini telah dipublikasikan oleh Penerbit Balai Pustaka pada tahun 1925. Terdiri dari 48 jilid yang masing-masing jilidnya berisi sekitar 78 halaman. Sementara naskah aslinya tersimpan secara menyebar di Jakarta, Leiden (Belanda), dan Keraton Kasunanan Surakarta. Ceritanya disajikan dalam bentuk tembang Macapat.
Serat Menak tersebut diceritakan kembali oleh Raden Ngabehi Yasadipura I dan Raden Ngabehi Yasadipura II berdasarkan sumber dari Hikayat Amir Hamzah, naskah hikayat yang cukup dikenal di kawasan Melayu. Hikayat inipun terinspirasi oleh kitab Qissa I Emr Hamza, sebuah karya sastra yang berasal dari jaman Sultan Harun Al Rasyid (766-809), Baghdad.
Penamaan tokohnya telah disesuaikan dengan pelafalan lidah Jawa. Misal, Emr Hamza menjadi Amir Ambyah, Omar bin Omayya menjadi Umarmaya, Mihrnigar mejadi Dewi Retna Muninggar, Unekir menjadi Dewi Adaninggar, Raja Anusyirwan menjadi Prabu Nusirwan, dan lain sebagainya.

Ringkasan Cerita:


Inti ceritanya adalah perjuangan Amir Ambyah, raja dari kerajaan Puserbumi, mengislamkan rakyat Arab sambil menunggu kedatangan Nabi akhir zaman yang dijanjikan dalam kitab terdahulu, Muhammad saw. Amir Ambyah sebagai tokoh utama cerita Menak digambarkan sebagai satria berwajah tampan dan gagah perkasa dalam peperangan.
Amir Ambyah banyak melakukan penaklukan terhadap negeri-negeri yang ada di sekitarnya. Ia berjuang untuk mempersiapkan agar di masa Nabi Muhammad datang, maka telah banyak orang yang akan menjadi pengikut beliau. Musuh utamanya adalah Prabu Nusirwan yang pada akhirnya berhasil diislamkan dan bahkan menjadi mertuanya.

sumber:
http://id.shvoong.com/humanities/arts/2226835-selayang-pandang-wayang-menak/

Kumpulan Cerita Menak:
http://wayang.wordpress.com/category/wayang-jenis2/wayang-menak/page/2/

http://wayang.wordpress.com/category/wayang-jenis2/wayang-menak/

Naskah Amir Hamzah versi Bahasa Inggris:
http://www.columbia.edu/itc/mealac/pritchett/00litlinks/hamzah/index.html#index

Promo

Promo
discount
var adfly_protocol = 'https'; var popunder = true;